Karna Saya Cinta Alam Raya Indonesia, Berpetualanglah melintasi pelosok negeri, nikmatilah jutaan hal hebat yang siap menantimu. “Keep going and never quit! The champion is never quit.”

Tafsir Ayat-Ayat Tentang Alam

  1. 1.     TAFSIR SURAT HUD AYAT 7

Artinya :

Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu Berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”. (Q.S Hud : 7)

ALLAH SWT MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI DALAM ENAM MASA

Allah swt mengabarkan tentang kekuasaan-Nya atas segala sesuatu, Dia menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan bahwasanya sebelum itu ‘Arsy Allah berada diatas air. Sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad dari’Imran bin Hushain r.a, ia berkata Rasulullah saw bersabda :

(اِقْبَلُو الْبُشْرَي يَا بَنِي ثَمِيْمٍ) قَالُوْا : قَدْ بَشَّرْتَنَا فَاَعْطِنَ ، قَالَ : (اِقْبَلُو الْبُشْرَي يَاأَهْلَ الْيَمَنِ) قُلْنَا : قَدْ قَبِلْنَا، فَأَ خْبِرْنَاعَنْ أَوَّلِ هَذَ االْأَمْرِكَيْفَ كَانَ ؟ قَالَ (كَانَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَي قَبْلَ كُلْ شَيْءٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَي الْمَاءِ وَكَتَبَ فِي الِّلوحِ ذِ كْرَ كُلِّ شَيْءِ)

“Sambutlah kabar gembira, wahai bani Tamim,” Mereka telah menjawab: “engkau telah menyampaikan kabar gembira kepada kami, maka berinkanlah kepada kami.” Beliah bersabda : “sambutlah kabar gembira, wahai penduduk Yaman.” Mereka berkata : “kami telah menyambutnya, maka beritahukanlah kepada kami tentang tentang awal perkara ini bagaimanakah terjadinya?” Beliau Saw bersabda : “ Allah adaa sebelum segala sesuatu ada, sedang ‘Arsy-Nya berada diatas air dan Allah Swt menuliskan tentang segala sesuatu di lauhul mahfuzh.”[1]

Didalam Shahih Muslim, diriwayatkan dari ‘Abdullah bim Amr bin al-‘ash, ia berkata: “ Rasulullah Saw bersabda :

إِنَّ اللهَ قَدَّرَ مَقَادِيْرَ الْخَلَا ئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

“sesungguhnya Allah menetapkan takdir seluruh mahkluk lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, sedangkan ‘Arsy-Nya berada diatas air.”

  1. 2.     TAFSIR SURAT AL ANBIYAA’ Ayat 30

Artinya :

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (Q.S. Al Anbiyaa’ : 30)

TANDA- TANDA KEKUASAAN ALLAH DILANGIT DAN BUMI, (DIANTARANYA ADALAH) ADANYA MALAM DAN SIANG

Allah Swt memperingatkan kekuasaan-Nya yang sempurna dan kerajaan-Nya yang agung dengan menciptakan segala sesuatu.Dia mengingatkan pula keperkasaan dan kekuasan-Nya terhadap seluruh makhluk. Dia berfirman:

    أَوَلَمْ يَرَ الَّذِ يْنَ كَفَرُوْ

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahuinya.” Maksudnya, apakah orang-orang mengingkari uluhiyah-Nya[2]dan orang-orang yang menyembah selain Allah tidak mngetahui, bahwa hanya Allahyang menciptakan dan mengatur segala ciptaan-Nya? Lantas, jika mereka mengetahui, bagaimana mungkin ada yang disembah bersama-Nya, atau Dia dipersekutukan dengan selain-Nya?.

AWAL TERBENTUKNYA LANGIT DAN BUMI

Tidakkah mereka melihat  أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضِ كَانَتَارَتْقًا “Bahwasanya langit dan bumi itu dahulu adalah sesuatu yang padu(menyatu).” Maksudnya pada langit dan bumi seluruhnya saling berkaitan dan tersusun antara sebagiannya dengan sebagian yang lain. Kemudian dia memisahkan bangian yang satu dengan bagian lainnya. Lalu Dia menjadikan langit itu tujuh tingkatan dan bumi tujuh tingkatan. Dia memisahkan langit yang dekat (langit dunia) dan bumi dengan udara. Lalu langit menurunkan hujan, sehingga bumi pun dapat menumbuhkan tanaman.

Oleh karena itu Allah berfirman, وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءَ كُلُّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ   “Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?” padahal mereka menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri. Itu semua menjadi dalil atas Rabb yang membuat, yang melakukan, dan yang sengaja (menjadikannya). Dia Mahakuasa atas sesuatu yag dikehendak-Nya. Kata Penyair :

فَفِيْ كُلِّ شَيْءٍ لَهُ ايَة … تَدُلُّ عَلَى أَنَّهُ وَاحِد …

Dalam segala sesuatu Dia memiliki tanda kekuasaan yang Menunjukkan bahwa Dia Mahakuasa.[3]

Sufyan ats-Tsauri mengatakan dari bapaknya dari ‘Ikrimah bahwa dia mengatakan, “Ibnu ‘Abbas r.a pernah ditanya, “mana yang lebih dulu malam atau siang?”  Dia menjawab, “Bukankah kamu mengetahui bahwa ketika langit bumi dulu masih bersatu, tidak ada keduanya kecuali kegelapan? Itu agar kamu mengetahui bahwa malam itu telah ada sebelum siang.”

  1. 3.       TAFSIR SURAT FUSHSHILAT AYAT 9 – 12

Artinya :

  1. Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”.
  2. Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. dia memberkahinya dan dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
  3. Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.
  4. Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

SEBAGIAN PERINCIAN TENTANG PENCIPTAAN ALAM SEMESTA

Allah mengingkari orang-orang musyrik yang menyembah-Nya bersama sesuatu yang lain, padahal hanya Dia-lah yang menciptakan, menundukkan, dan menentukan segala sesuatu.

Firman Allah swt :

قُلْ أَئِنكُمْ لَتَكْفُرُوْنَ بِالَّذِى خَلَقَ الْآَرْضِ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُوْنَ لَهُ أَنْدَادًا

katakanlah : “sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?” lafazhأَنْدَادًا   yakni sekutu-sekutu dan sesembahan – sesembahan yang yang disembah bersama-Nya. ذَ لِكَ رَبُّ الْعَا لَمِيْنَ “yang bersifat demikian itulah Rabb semesta alam.” Yakni, Sang pencita segala sesuatu adalah Rabb semesta alam.

Pada ayat ini terdapat perincian terhadap firman Allah:

خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّا

“yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari.” (Q.S Al-A’raf:54) Pada ayat ini Dia perinci bahwa penciptaan bumi berlangsung terlebih dahulu karena bumi ibarat pondasi, yang dibangunsebelum atap(langit). Sebagaimana difirman Allah:

هُوَ الَّذِ ي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْاَرْضِ جَمِيْعَاثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتِ

“Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada didalam bumi untuk kamu. Kemudian bermaksud (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit.” QS. Al-Baqarah: 29)Adapun firman Allah swt :

أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلَقَ أَمِ اسَّمَاءُ بَنَاهَا * رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا  * وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَرَجَ ضُحَا هَا* وَلْاَرْضِ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا * أَخْرَجَ مِنْ هَا وَمَرْعَاهَا * وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا * مَتَا عَا لَكُمْ وَلِآَ نْعْا مِكُمْ

“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakan, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siang terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunug dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.”

Menunjukkan bahwa penghamparan bumi berberlangsung setelah penciptaan langit. Adapun penciptaan bumi itu sendiri berlangsung sebelum penciptaan langit sesuai dengan nash.

Firman Allah swt:

خَلَقَ الآَرْضِ فِيْ يَوْمِيْنِ

“yang menjadikan bumi dalam dua masa,”

yakni hari pertama dan hari kedua, وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيْهَا “dan Dia yang menciptakan dibumi itu gunung yang kokoh diatasnya. Dia memberkahinya.” Yakni Allah menjadikan bumi itu penuh berkah, siap menerima segala kebaikan, dan siap ditebari benih serta siap ditanami. Dan Allah menentukan kadar makanan-makanannya yaitu segala apa yang diperlukan oleh penghuni bumi mencakup rizki dan tempat-tempat untuk bercocok tanam, yang demikian pada hari ketiga. Maka seluruhnya berjumlah empat hari, Dia berfirman:

  فِي اَ رْبَعَةِ اَيَّام سَوَاءً لِلْسَّا ئِلِيْن

“dalam empat masa. (perjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.” Yakni bagi orang yang hendak bertanya tentang perkara ini agar ia mengetahuinya.”

            Firman Allah swt:

ثُمَّ اسْتَوَي إِ لَي السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ

“kemudian dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap,” yaitu uap yang naik menuju langit saat bumi diciptakan ,

فَقَالَ لَهَا وَلِلاَ رْضِ اِئْتِيَا ظَوْعًا أَوْ كَرْ هًا “kami dating dengan suka hati.” Yakni, bahkan kami akan memenuhi dan kepada bumi : ‘Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.’” Yakni, penuhilah perintah-Ku oleh kamu berdua, berbuatlah menurut perbuatan-Ku, dengan senanghati atau terpaksa.

Keduanya menjawab : أَتَيْنًا طَا ئِعِيْنَ Kami dating dengan suka hati.” Yakni, bahwa kami akan memenuhi seruan-Mu dengan sepenuh ketaatan yang ada pada kami, berkaitan dengan apa yang hendak engkau ciptakan berupa malaikat, jin, dan manusia seluruhnya, kami taat kepada-Mu. فَقَضَا هُنَّ سَيْعَ سَمَوَاتِ فِي يَوْمِيْنِ “maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa.” Yakni, Dia menyelesaikan penciptaan langit yang tujuh dalam dua hari, yakni pada dua hari yang akhir, yakni dihari kelima dan keenam (hari jumat).

وَأَوْحَي فِي كُلُ سَمَاءٍ اَمْرَهَا ”Dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” Yakni, Dia menertibkan langit itu, dengan menetapkan apa yang dibutuhkan oleh masing-masing langit itu seperti malaikat-malaikat (yang menghuninya) dan segala sesuatu ada padanya, yang hanya diketahui oleh-Nya.

Kemudian Allah swt berfirman,

وَزَبَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَا بِيْح

“Dan kami hiasi langit yaitu bintang-bintang yang cemerlang,” yaitu bintang-bintang yang terang benderang menyinari penduduk bumi, وَحِفْظًا  Dan kami memelihara dengan sebaik-baiknya.” Yaikni, Kami menjaganya dari syaitan-syaitan yang hendak mendengarkan pembicaraan malaikat.

ذَلِكَ تَقْدِ يْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ  “Demikianlah ketentuan yang Maha perkasa lagi Maha mengetahui.” Allah swt Mahaperkasa, yakni menguasai segala sesuatum dan Dia mengalahkan serta menundukkan semua itu. Dia Maha mengetahui, yakni terhadap semua gerak dan diamnya semua makhluk.[4]


[1] Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Shahih Ibnu Katsir Jilid 4, (Jakarta, Pustaka Ibnu Katsir, 2010) hal.485

[2] Penjelasan bahwa Allah swt lah yang berhak diibadahi dengan benar

[3] Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Shahih Ibnu Katsir Jilid 6, (Jakarta, Pustaka Ibnu Katsir, 2010) hal.21

[4] Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Shahih Ibnu Katsir Jilid 7, (Jakarta, Pustaka Ibnu Katsir, 2010)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s